Event

MERAKIT 2026: Mahasiswa SAPPK ITB Wujudkan Kolaborasi dan Kontribusi Nyata bagi Masyarakat

Partnership 8EH Radio ITB

Partnership 8EH Radio ITB

June 15, 2026 • 3 min read

LinkedInX
MERAKIT 2026: Mahasiswa SAPPK ITB Wujudkan Kolaborasi dan Kontribusi Nyata bagi Masyarakat
    Dirangkum oleh AI. Baca artikel lengkap untuk detail lebih lanjut.

    SUMEDANG, 12 Juni 2026 – Mahasiswa Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) Institut Teknologi Bandung Angkatan 2025 sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan MERAKIT 2026 yang berlangsung pada 5–11 Juni 2026. Mengusung tema “Merakit Kolaborasi, Mewujudkan Kontribusi Nyata”, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi melalui kolaborasi, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan hubungan antarmahasiswa.

    Mengusung tagline “Merakit Berpadu, Berkarya, Berdampak”, MERAKIT 2026 hadir dengan visi untuk menyatukan seluruh elemen massa SAPPK dalam ikatan kekeluargaan yang kuat dan berdaya, menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang dimiliki dalam menciptakan ruang hidup yang lebih optimal, serta mendorong kontribusi nyata kepada masyarakat sekitar. Visi tersebut diwujudkan melalui berbagai misi yang terintegrasi dalam setiap program kerja, mulai dari penyelenggaraan malam keakraban untuk mempererat hubungan antarmahasiswa, revitalisasi dan reimajinasi ruang publik yang inklusif di kawasan Jatinangor, hingga pelaksanaan kegiatan pengabdian sosial yang kolaboratif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Dengan semangat tersebut, MERAKIT 2026 tidak hanya menjadi rangkaian kegiatan mahasiswa, tetapi juga wadah untuk membangun kepedulian, kreativitas, dan dampak positif yang berkelanjutan.

    image4.jpg

    MERAKIT 2026 hadir sebagai bentuk pembelajaran sekaligus implementasi kontribusi nyata mahasiswa terhadap lingkungan sekitar. Melalui berbagai program yang dirancang dan dilaksanakan secara langsung oleh mahasiswa, kegiatan ini bertujuan memperkuat solidaritas, meningkatkan kemampuan berorganisasi, serta menumbuhkan kepedulian sosial di kalangan mahasiswa SAPPK Angkatan 2025.

    Rangkaian MERAKIT 2026 terdiri atas tiga program utama, yaitu Terima Kasih Jatinangor (TeJa), ReInovasi, dan NGAB Finale. Masing-masing program dirancang untuk memberikan pengalaman yang beragam, mulai dari pengabdian kepada masyarakat hingga penguatan relasi internal angkatan.

    image2.jpg

    Terima Kasih Jatinangor (TeJa)

    Program pertama, Terima Kasih Jatinangor (TeJa) yang dipimpin oleh Febenissy Roma Angel Panjaitan selaku Project Manager, dilaksanakan pada 5 Juni 2026 di Lapangan Ciawi, Desa Cikeruh sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang bertujuan membangun hubungan yang lebih erat antara mahasiswa dan masyarakat Jatinangor. Kegiatan ini meliputi edukasi dan aktivitas interaktif bersama warga, pembersihan limbah rumah tangga di lokasi kegiatan, serta berbagai aktivitas internalisasi yang mendorong mahasiswa untuk lebih memahami pentingnya kontribusi sosial di lingkungan sekitar.

    image3.jpg

    ReInovasi

    Selanjutnya, program ReInovasi, yang dipimpin oleh Ardi Mahardika selaku Project Manager, dilaksanakan pada 7 Juni 2026 di Lapangan Voli, Desa Sayang, sebagai kegiatan revitalisasi fasilitas publik yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat setempat. Melalui proses perancangan dan pembangunan bersama, program ini berupaya meningkatkan kualitas sarana publik agar lebih layak, aman, dan berkelanjutan. Berbagai kegiatan seperti renovasi fasilitas umum, pembuatan mural lingkungan, serta kolaborasi pembangunan menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam menciptakan perubahan positif bagi masyarakat.

    image1.jpg

    NGAB Finale

    Sebagai penutup rangkaian kegiatan, NGAB Finale, yang dipimpin oleh Zulfikar Ali Maulana, selaku Project Manager, dilaksanakan pada 10–11 Juni 2026 di Villa Lagenta, Lembang. Kegiatan malam keakraban ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa SAPPK Angkatan 2025 untuk mempererat hubungan sebelum memasuki fase peminatan dan jurusan. Berbagai agenda seperti permainan kelompok, sesi bonding, penampilan mahasiswa, hingga malam apresiasi menjadi sarana untuk memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas di dalam angkatan.


    Justin Christian, General Manager MERAKIT 2026 menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pelaksanaan program, tetapi juga menjadi proses pembelajaran bagi mahasiswa dalam merancang, mengelola, dan merealisasikan sebuah kegiatan secara kolaboratif. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan kepemimpinan, kerja sama tim, serta keberanian dalam menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai permasalahan di lingkungan sekitar.

    Melalui MERAKIT 2026, mahasiswa SAPPK Angkatan 2025 menunjukkan bahwa kolaborasi, kepedulian sosial, dan semangat kebersamaan dapat diwujudkan dalam bentuk kontribusi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mempererat hubungan internal angkatan. Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi mahasiswa dalam menjalani perjalanan akademik dan organisasi di masa mendatang.

    By: Nada Permata Kamilia

    TagsMERAKIT 2026SAPPK ITBMahasiswaPengabdian Masyarakat
    Partnership 8EH Radio ITB

    Written by

    Partnership 8EH Radio ITB