Artikel

Tabrak Genre Musik Sampai Viral

Wilma Aulia Daniswara

March 13, 2026 • 3 min read

LinkedInX
Tabrak Genre Musik Sampai Viral
    Dirangkum oleh AI. Baca artikel lengkap untuk detail lebih lanjut.

    Kampus Mania sering nggak sih lagi asik scroll FYP tiba-tiba ketemu potongan lagu “Di antara kau dan a–,” “Dia atau aku, garam atau madu,” hingga dance “Tabola Bale” yang sempat ramai beberapa waktu lalu? Kok bisa sih lagu-lagu ini rasanya gampang banget nempel di kepala sampai dipasang di mana-mana? Ternyata, banyak lagu viral saat ini lahir dari perpaduan berbagai genre musik. Beat hip-hop bertemu dengan dangdut, pop bercampur dengan rock, bahkan perpaduan unsur musik dari berbagai budaya juga dapat hadir dalam satu lagu yang sama.

    Fenomena ini dalam dunia musik dikenal sebagai genre hybrid, yaitu ketika sebuah lagu memadukan dua atau lebih gaya musik yang berbeda. Sekarang, musisi bisa dengan mudah menemukan inspirasi dari berbagai jenis musik berkat platform streaming dan media sosial. Lagu dari berbagai negara bisa didengar kapan saja, jadi nggak heran kalau banyak musisi makin berani bereksperimen mencampurkan berbagai gaya musik dalam satu karya. Dari eksperimen inilah kemudian muncul berbagai warna musik baru, salah satunya Hipdut, yang belakangan ramai dibicarakan di Indonesia.

    Sesuai namanya, Hipdut memadukan unsur hip-hop dengan dangdut. Beat hip-hop dan trap modern berpadu dengan ritme dan cengkok dangdut koplo yang khas, menciptakan warna musik yang terasa unik sekaligus familiar di telinga pendengar Indonesia. Selain dari segi musiknya, gaya liriknya juga sering menggunakan campuran bahasa Indonesia–Inggris yang mirip dengan cara ngobrol anak muda saat ini. Kombinasi inilah yang bikin Hipdut terasa fresh dan mudah diterima oleh berbagai kalangan, terutama para Gen Z. Nggak heran kalau Hipdut kerap dijuluki sebagai “dangdutnya Gen Z”.

    Genre ini mulai ramai dibicarakan sejak rilisnya lagu “Garam & Madu (Sakit Dadaku)” oleh Tenxi, Naykilla, dan Jemsii yang viral di media sosial pada akhir 2024. Semenjak itu, mulai bermunculan nama-nama musisi baru yang merilis lagu dengan sentuhan serupa dan identitas musik mereka sendiri. Apalagi dengan adanya tren velocity dan konten ‘jedag-jedug’ di TikTok, lagu-lagu Hipdut pun makin sering digunakan sebagai soundtrack berbagai konten kreatif di media sosial.

    Namun, fenomena tabrak genre sebenarnya sudah muncul dalam sejarah musik Indonesia melalui Indo Rock pada era 1950-an. Genre ini berkembang dari para musisi Indonesia atau keturunan Indo-Eropa yang memainkan rock and roll yang saat itu tengah populer di Barat. Walaupun terinspirasi dari musik Barat, para musisi Indo Rock tetap membawa gaya permainan dan karakter mereka sendiri, sehingga menghasilkan warna musik yang unik dan berbeda. Salah satu band yang cukup populer dari era ini adalah The Tielman Brothers, yang dikenal dengan teknik permainan gitar yang sangat cepat dan energik di saat tampil di panggung-panggung Eropa.

    Eksperimen tabrak genre ini terus berlanjut dalam perkembangan musik modern. Pada genre indie pop, misalnya, berbagai unsur seperti pop, rock, hingga elektronik sering kali dipadukan dalam satu karya. Di Indonesia, band seperti Reality Club dikenal dengan aransemen musik yang memadukan berbagai elemen tersebut. Lagu-lagu mereka diwarnai permainan gitar yang ringan dan melodis, dipadukan dengan nuansa pop alternatif serta lirik yang terasa personal. Hasilnya adalah musik yang hangat, relatable, dan mudah melekat di telinga pendengar.

    Dari Indo Rock sampai Hipdut, eksperimen tabrak genre ternyata bukan hal baru dalam perjalanan dunia musik. Justru dari pertemuan berbagai gaya musik inilah terus lahir warna musik baru yang terasa fresh. Jadi, kalau Kampus Mania belakangan ini sering nemu lagu yang terdengar unik di playlist atau lewat FYP, bisa jadi itu hasil dari musisi yang lagi bereksperimen mencampurkan berbagai genre dalam satu karyanya.

    Nah, kalau Kampus Mania masih penasaran dengan berbagai cerita menarik di balik tren musik ini, jangan lewatkan siaran ONAIR: Obrolan Nada dan Irama Episode 2: Tabrak Genre yang akan membahas lebih dalam tentang fenomena tabrak genre dalam dunia musik pada Jumat, 13 Maret 2026, pukul 19.00 – 21.00 WIB only at website 8ehradioitb.com.

    TagsMusicViralHipdut
    Wilma Aulia Daniswara

    Written by

    Wilma Aulia Daniswara